Wednesday, June 18, 2014

Galau

Seperti yang sudah saya tulis di postingan sebelumnya tentang rencana untuk jualan diecast hot wheels, ternyata tantangannya masih sama seperti rencana-rencana bisnis lainnya. Waktu untuk membenahi situs, membangun networking dan mulai mengenalkan barang dagangan saya ini sangat sedikit sekali.

Baru bisa nongkrongin komputer jam 11 malam, setelah anak-anak tidur, karena jika mereka masih bangun sudah bisa dipastikan komputer akan dikudeta oleh mereka. Rengekan ingin main games atau sekedar nonton film anak-anak di PC sulit sekali saya tolak. Selesai kerja biasanya jam 1.00 pagi atau setengah dua, kadang jam 12.00 malam kalau sudah tidak kuat lagi menahan kantuk.

Bingung juga nyiasatinnya harus seperti gimana. 

Monday, May 26, 2014

Jualan Hot Wheels

Bermula dari memenuhi rengekan anak pertama saya yang minta dibeliin mobil-mobilan setiap kali kita belanja bulanan. Awalnya hanya beli 1 atau 2 buah mobil Hot Wheels dicampur dengan RMZ atau Tomica, lama-kelamaan semakin banyak dan banyak saja sampai keranjang mainannya tidak muat lagi untuk menampung miniatur mobil yang kebanyakan buatan Amerika itu.

Sampai akhirnya istri saya merelakan pajangan souvenirnya turun tahta masuk ke lemari gudang digantikan oleh deretan diecast buatan perusahaan Mattel Inc. Sampai hari ini sudah puluhan mobil menghiasi lemari pajangan di kamar kita. Parahnya lagi, saya pun akhirnya teracuni hobi anak saya sendiri. Setiap ada keperluan membeli suatu barang di supermarket, sekarang pasti menyempatkan diri berkunjung ke bagian mainan anak-anak. Rela menghabiskan waktu sampai kira-kira setengah jam memilih model mobil yang bagus untuk dipajang nantinya.

Makin lama makin menjadi saja keinginan untuk terus menambah koleksi saya dan anak saya ini. Walaupun setelah baca-baca di forum dan di internet, koleksi kita ini termasuk koleksi yang tidak jelas tujuannya, dengan kata lain masih acak-acakan dan tidak fokus ke satu segmen saja. Yang penting modelnya bagus ya kita beli, apalagi kalau nemu kendaraan proyek seperti backhoe, buldozer, mobil pemadam kebakaran dan sejenisnya, pasti langsung dibeli, anak saya suka banget model-model tersebut.

Makin gila lagi setelah memutuskan untuk membeli satu dus yang isinya 72 buah, random lagi jenis modelnya. Tadinya biar lemari pajangannya cepet penuh, tapi ternyata yang saya sangka random itu tidak akan ada model yang sama dalam satu dusnya, itu adalah salah besar. Ada banyak model, dua bahkan tiga buah ada dalam satu dus. Duh.. mau diapakan kelebihan mobil ini ? Ngga lucu juga kalau dipaksakan dipajang.

Istri saya yang menyarankan agar dijual saja di internet, daripada sayang numpuk di kardus. Saya pikir, ide itu ada benarnya juga, sudah lama juga saya vakum dari dunia bisnis internet ini. Mungkin sekarang saatnya mencoba lagi, mumpung lagi ada momentumnya. Mengingat waktu saya yang terbatas, tidak perlu membeli domain baru dulu lah, pake blogger saja, template-nya juga tidak perlu capek-capek bikin sendiri, toh banyak kok template gratis yang bagus yang bisa dipake, tinggal disesuaikan saja dikit-dikit. Sekarang situsnya sudah hampir jadi, tinggal nambahin yang kurang disana-sini, tinggal sedikit lagi, kalau tidak ada halangan mungkin pertengahan Juni nanti sudah beres semuanya dan siap untuk dipromosikan.

Tuesday, April 22, 2014

Fokus Dulu ke Spline Media

Sudah setahun lebih sejak saya membeli domain splinemedia.com, tapi sampai sekarang belum juga memiliki konsep yang jelas tujuan dibuatnya website tersebut. Sampai hari ini baru terdapat 4 buah artikel tentang desain grafis, tidak lebih... 4 slider yang belum diedit lagi dan sidebar yang isinya 1 buah iklan. Memang menyedihkan sekali website saya yang satu ini. Traffic pengunjung pun rata-rata cuman 5 pengunjung / hari itupun setengahnya adalah bot, haduuh...
Ya mau ga mau harus meluangkan waktu kosong untuk memperbaiki kinerja spline media ini. Mungkin saya akan off dulu dari mengisi konten di sini (ini pun jarang diupdate.. Hehehe), fokus membenahi dulu yang spline. Minimal bisa ada sales page-nya, karena rencana awalnya website ini memang untuk jualan produk saya, walaupun itupun belum jelas juga apa yang akan dijual (makin parah aja).
Mungkin langkah pertama yang harus saya lakukan yaitu menentukan tujuannya dulu, menentukan visi-nya dulu, target audience-nya, dan tetek bengek konsepnya dulu. Beberapa hari ke depan kayanya harus off dulu dari komputer, ambil buku catatan dan mengkonsep yang lebih detil dan sistematis biar lebih mudah nanti menjalankannya. Semoga saja bisa lancar dan selesai secepatnya... Amiin

Monday, March 3, 2014

Welcome Khalifa Wangsa Adipradja

Alhamdulillah pada hari Senin tanggal 3 Maret 2014 yang lalu (sudah hampir sebulan lamanya hehehe..) telah lahir anak kedua kami di Rumah Sakit Bersalin Emma Poeradiredja Jalan Sumatera 46, Bandung.
Seorang bayi laki-laki yang lahir dengan sempurna melalui persalinan normal seperti kakaknya dulu. Bayi yang tadinya akan diberi nama Adipradja Khalifa Prawira Manggala, tetapi karena katanya nama tersebut terlalu berat, akhirnya kami memutuskan untuk memberi nama Khalifa Wangsa Adipradja.
Ya udah segini dulu nulisnya, hari-hari ke depan bakalan disibukkan oleh tangisa si kecil yang minta susu dan si besar yang nyari perhatian, semoga bisa berlaku adil buat mereka berdua, serta kepada bundanya juga..

Thursday, January 2, 2014

Selamat Tahun Baru 2014

Heuheu, sudah telat mungkin untuk mengucapkan selamat tahun baru 2014, tapi ga apa-apa lah daripada ngga sama sekali. Seperti biasa setiap tahun baru selalu diiringi dengan resolusi.
Untuk tahun kuda ini resolusinya cukup menjadi ayah yang lebih baik bagi anak-anak saya, menjadi suami yang lebih baik bagi istri saya tercinta, menjadi anak yang lebih baik bagi orang tua saya, menjadi saudara yang lebih baik bagi adik-adik saya dan menjadi lebih bertaqwa lagi bagi pencipta Saya.
Untuk pekerjaan, sudah saatnya di tahun 2014 ini saya memulai usaha sendiri lagi, walaupun pekerjaan sekarang belum bisa saya lepaskan seluruhnya. Insyaallah bulan januari ini website nya rampung dan bisa segera dijalannkan. Mudah-mudahan ini jalannya untuk menuju kemapanan finansial secara mandiri. Amiin