Sejak mulai diterima kerja di kantor saya yang sekarang, bulan Mei 2010 yang lalu, sudah kepikiran untuk mencari alternatif penghasilan lain selain dari gaji rutin setiap bulan. Bukannya tidak bersyukur dengan besarnya gaji yang saya dapat dari kantor, tapi mengingat biaya hidup keluarga yang lumayan cukup besar yang mau tidak mau harus saya penuhi sebagai kepala keluarga. Memang istri bekerja juga dan jika pendapatan kita digabungkan sudah cukup untuk memenuhi biaya hidup setiap bulannya serta masih ada sisa untuk bisa ditabungkan. Bahkan penghasilan istri saya jauh lebih besar dari apa yang saya dapat, dan mungkin karena ego laki-laki saya, hal itu juga yang merupakan alasan kenapa saya harus mencari sumber pendapatan tambahan lagi. Satu lagi faktor yang tidak kalah pentingnya, yaitu karena saya yang kerja di perusahaan swasta hampir dipastikan tidak akan mendapatkan tunjangan hari tua, ditambah bos saya yang sudah cukup berumur yang seharusnya sudah tidak layak lagi untuk memimpin sebuah perusahaan seorang diri, setidaknya itu menurut pemikiran saya.
Ada beberapa bidang yang menurut saya bisa untuk menjadi andalan sebagai sumber pendapatan tambahan, diantaranya adalah forex. Forex atau pasar valuta asing yang sering disingkat dengan kata valas adalah suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya (pasangan mata uang/pair) yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan (http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_valuta_asing). Pasar ini ada karena adanya perbedaan supply dan demand dalam suatu waktu tertentu yang mengakibatkan adanya fluktuasi nilai mata uang yang satu dibandingkan dengan yang lainnya. Selisih dari perbedaan nilai mata uang pada suatu waktu inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan (http://siembah.com/arti-forex-adalah).
Masalahnya banyak yang bilang forex itu haram hukumnya, apalagi saya seorang muslim dan uang hasil forex tersebut suatu saat nanti mungkin terpakai untuk keperluan sehari-hari keluarga. Amit-amit kalau saya ngasih makan keluarga saya dari uang haram, semoga dijauhkan dari hal seperti itu. Saya pun mulai mencari-cari sumber yang bisa dipercaya untuk dijadikan pegangan. Sebagai muslim Indonesia, saya coba mencari fatwa MUI tentang forex ini. Fatwa Dewan Syari'ah Nasional Majelis Ulama Indonesia No: 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf) menurut pengertian saya forex adalah halal sepanjang tidak dilakukan secara spekulasi (http://www.syariahonline.com/v2/fatwa/mui/2674-fatwa-mui-tentang-trading-forex.html).
Permasalahan halal atau haram sudah terselesaikan, saya pun sempat mencoba trading dengan modal kecil-kecilan. Hasilnya lumayan, beberapa kali sempat narik uang hasil trading untuk keperluan sekunder saya, seperti membayar tagihan domain, bensin dan membangun kolam ikan koi saya. Tapi jangan salah, beberapa kali juga saya sempat Margin Call (MC), uang yang sudah terkumpul lumayan banyak ludes cuman dalam beberapa hari. Penyebabnya? Sudah dapat dipastikan keserakahan dan ketidakdisiplinan saya dalam trading mata uang ini, hehehe.
Lalu bagaimana dengan strategi dan sistem trading saya? Apakah sudah cocok? Menurut saya sih masih banyak yang harus saya pelajari. Masih banyak kesalahan analisa yang dibuat sehingga si MC beberapakali menghampiri. Ditambah dengan psikologi, money management dan disiplin yang masih rendah, kayaknya trading forex saya ini masih condong ke arah spekulasi.
Setelah browsing kesana kemari beberapa minggu ini, nemu ebook yang kayanya bagus banget untuk dipelajari (maaf link-nya tidak saya tuliskan, nanti disangka promosi lagi). Memang sih harganya lumayan mahal, tapi namanya juga ingin sukses, kalau ngandalin yang gratisan ya susah juga. Mudah-mudahan sih saya bisa mengerti dan bisa ngejalaninnya. Mudah-mudahan nantinya bisa dijadikan sebagai andalan sumber pendapatan tambahan bahkan bisa melebihi gaji saya sekarang ini. Kita lihat saja bagaimana kelanjutannya.
Showing posts with label kolam ikan koi. Show all posts
Showing posts with label kolam ikan koi. Show all posts
Saturday, August 18, 2012
Tuesday, June 12, 2012
Long Time No See
Sudah lumayan lama tidak sempat lagi nulis di blog ini, pekerjaan di kantor buanyaaaak banget dan semuanya harus segera diselesaikan. Jadi waktu jam kantor dari jam 08.30 sampai jam 16.00 dipotong watu istirahat full digunakan untuk mendesain, menghitung harga dan membuat surat penawaran.
Di rumah juga tidak bisa meluangkan watu untuk menulis, sepulang kerja langsung ngasuh anak sampai dia tidur sekitar jam 22-an. Beres ngasuh malah sayanya yang sudah tidak ada tenaga lagi buat nyalain laptop, konek ke internet dan menulis blog. Cape banget.
Sekarang juga sebenarnya masih disibukkan oleh pekerjaan yang selalu numpuk ini, tapi ya mumpung si bos ga ada, disempetin nulis di blog sepatah dua patah kata, lumayan lah daripada ga pernah diupdate.
Berita terbaru ya seputar kolam ikan koi di rumah Bojongsoang sudah selesai pengerjaannya, sekarang sudah diisi air dan beberapa ikan koi murah untuk percobaan. Ini foto-foto terbarunya :
Di rumah juga tidak bisa meluangkan watu untuk menulis, sepulang kerja langsung ngasuh anak sampai dia tidur sekitar jam 22-an. Beres ngasuh malah sayanya yang sudah tidak ada tenaga lagi buat nyalain laptop, konek ke internet dan menulis blog. Cape banget.
Sekarang juga sebenarnya masih disibukkan oleh pekerjaan yang selalu numpuk ini, tapi ya mumpung si bos ga ada, disempetin nulis di blog sepatah dua patah kata, lumayan lah daripada ga pernah diupdate.
Berita terbaru ya seputar kolam ikan koi di rumah Bojongsoang sudah selesai pengerjaannya, sekarang sudah diisi air dan beberapa ikan koi murah untuk percobaan. Ini foto-foto terbarunya :
![]() |
| kolam ikan koi setelah diberi airuntuk tes kebocoran |
![]() |
| ikan penghuni kolam, baru dua ekor koi |
![]() |
| kolam ikan koi setelah diberi pagar, biar anak saya ga kecebur |
Friday, April 20, 2012
Maafkan Saya Ikan Koi
Sudah dua minggu rencana untuk mengecat kolam ikan koi di rumah Bojongsoang tertunda. Si Jalu, anak pertama saya, setelah ulang tahun malah jadi sakit. Sepertinya karena dia sudah mulai mau bisa ngomong dan jalan serta giginya tumbuh, ditambah lagi cuaca di Kota Bandung ini lagi jelek-jelekya, pagi-pagi sampai siang panasnya minta ampun pas sore sampai malam gantian hujan gede banget plus suhu yang sangat dingin, jadinya batuk-batuk dan pilek.
Selama si Jalu sakit ya otomatis saya tidak bisa kemana-mana, nungguin anak saya tercinta itu tersiksa dengan sakitnya. Tapi alhamdulillah sekarang sih sudah mendingan, sudah ketawa-ketawa lagi, sudah tidak mau diam lagi, jalan kesana-kemari, hehehe. Gantian Bunda ma Ayahnya yang kayanya bakalan sakit sekarang, hidung sudah mulai meler-meler hehehe.
Kembali ke kerjaan membereskan kolam ikan koi, sebenarnya sih sudah bisa dikatakan selesai, hanya saja saya khawatir kalau kolamnya ada yang bocor, soalnya belum sempat saya tes dengan diisikan air. Rencananya mau saya cat dulu dengan cat khusus untuk kolam, kalau tidak salah sih namanya Pond Pounding, warna hitam dan katanya sih kaya karet gitu, rada-rada punya kelenturan. Harganya lumayan mahal dibanding cat biasa, tapi ya namanya juga buat jaga-jaga dan biar puas di hati, ga apa-apa lah mahal sedikit mah.
Bisa dikatakan selesai karena memang sebenarnya sudah bisa diisi air dan dimasukkan ikan koi nya. Kolam koi punya orangtua saya juga toh ngga dicat sama sekali, cuman warna semen aja, tapi kan koi nya masih bisa hidup dengan bahagia, gede-gede lagi ukurannya.
Nanti hari Sabtu rencananya mau ke rumah Bojongsoang, ngecat kolam dibantu ma Mang Dadang sekalian beres-beres rumah ma ngecek sisa token listrik, kayanya dah mau habis.
Jadi, maafkan saya ikan koi, kalian belum bisa menikmati kolam baru kalian, sabar ya, mudah-mudahan bulan depan kalian sudah bisa bercanda dengan ikan komet di rumah kalian yang baru, hehehe.
Selama si Jalu sakit ya otomatis saya tidak bisa kemana-mana, nungguin anak saya tercinta itu tersiksa dengan sakitnya. Tapi alhamdulillah sekarang sih sudah mendingan, sudah ketawa-ketawa lagi, sudah tidak mau diam lagi, jalan kesana-kemari, hehehe. Gantian Bunda ma Ayahnya yang kayanya bakalan sakit sekarang, hidung sudah mulai meler-meler hehehe.
Kembali ke kerjaan membereskan kolam ikan koi, sebenarnya sih sudah bisa dikatakan selesai, hanya saja saya khawatir kalau kolamnya ada yang bocor, soalnya belum sempat saya tes dengan diisikan air. Rencananya mau saya cat dulu dengan cat khusus untuk kolam, kalau tidak salah sih namanya Pond Pounding, warna hitam dan katanya sih kaya karet gitu, rada-rada punya kelenturan. Harganya lumayan mahal dibanding cat biasa, tapi ya namanya juga buat jaga-jaga dan biar puas di hati, ga apa-apa lah mahal sedikit mah.
![]() |
| Kolam koi nya sudah jadi, tinggal dicat saja |
Bisa dikatakan selesai karena memang sebenarnya sudah bisa diisi air dan dimasukkan ikan koi nya. Kolam koi punya orangtua saya juga toh ngga dicat sama sekali, cuman warna semen aja, tapi kan koi nya masih bisa hidup dengan bahagia, gede-gede lagi ukurannya.
Nanti hari Sabtu rencananya mau ke rumah Bojongsoang, ngecat kolam dibantu ma Mang Dadang sekalian beres-beres rumah ma ngecek sisa token listrik, kayanya dah mau habis.
Jadi, maafkan saya ikan koi, kalian belum bisa menikmati kolam baru kalian, sabar ya, mudah-mudahan bulan depan kalian sudah bisa bercanda dengan ikan komet di rumah kalian yang baru, hehehe.
Monday, March 12, 2012
Plester Kolam Koi
Ngelanjutin lagi ngebuat kolam untuk ikan koi di halaman belakang rumah hari minggu kemarin. Setelah ngelanjutin dengan pemasangan bata yang sempat tertunda karena hujan minggu kemarin, dilanjutin dengan melester dinding bata dengan campuran semen, pasir pasang, air ditambah sedikit bahan aditif anti bocor.
Waktu pengerjaannya lumayan lambat karena harus nyari ayakan dulu buat menyaring batu-batu dari pasir, akhirnya dapat minjem juga di tetangga belakang.
Kali ini pekerjaan harus berhenti lagi karena semua bahan kecuali pasir habis terpakai, mau beli ke toko bahan bangunan sudah keburu sore, sudah dipastikan tutup. Lanjut lagi minggu depan, hehehe. Perkiraan sih satu hari lagi sudah beres semuanya, masalahnya saya cuman ada waktunya hari minggu saja.
Nggak apa-apa lah biar lambat juga yang penting hati puas bisa ngebangun kolam ikan koi sendiri. O iya kemarin sempet juga menata dikit taman disamping kolam koi tersebut, ga wah banget sih berhubung bahannya pun memakai yang ada aja. Minggu depan pekerjaan tamannya dilanjut lagi dengan pemasangan batu hias dan rumput.
Waktu pengerjaannya lumayan lambat karena harus nyari ayakan dulu buat menyaring batu-batu dari pasir, akhirnya dapat minjem juga di tetangga belakang.
Kali ini pekerjaan harus berhenti lagi karena semua bahan kecuali pasir habis terpakai, mau beli ke toko bahan bangunan sudah keburu sore, sudah dipastikan tutup. Lanjut lagi minggu depan, hehehe. Perkiraan sih satu hari lagi sudah beres semuanya, masalahnya saya cuman ada waktunya hari minggu saja.
Nggak apa-apa lah biar lambat juga yang penting hati puas bisa ngebangun kolam ikan koi sendiri. O iya kemarin sempet juga menata dikit taman disamping kolam koi tersebut, ga wah banget sih berhubung bahannya pun memakai yang ada aja. Minggu depan pekerjaan tamannya dilanjut lagi dengan pemasangan batu hias dan rumput.
Tuesday, March 6, 2012
Melanjutkan Pekerjaan Membuat Kolam Koi
Hari minggu kemarin baru sempet lagi ke rumah di Bojongsoang, rencananya mau ngelanjutin pekerjaan membuat kolam koi. Setelah dua minggu sebelumnya ngecor lantai kolam, kemarin dilanjutin dengan pemasangan bata untuk dinding kolamnya. Awalnya saya hanya membeli 200 buah bata saja, seperempat bak pasir pasang, untuk semennya masih ada sisa dari ngecor lantai kolam. Tapi ternyata oh ternyata, 200 bata saja tidak cukup, kurang sekitar 100an bata lagi, pasir seperempat bak lagi dan semen kurang 1 sak.
Sempet tertunda beberapa jam karena nunggu kiriman barang datang, dan benar-benar tertunda karena tak lama setelah barang yang dipesan datang, hujan dengan manisnya ikutan datang juga.
Mau ngga mau ya harus dilanjutin minggu depan. Mungkin rencananya jadi ngelanjutin pemasangan bata dinding kolam, terus membuat partisi untuk filter, dan melester dinding. Itu juga kalau nggak keburu hujan.
Selanjutnya mungkin beberes, ngerapihin lagi taman yang sekarang acak-acakan banget. Mudah-mudahan semuanya bisa selesai sebelum si Jalu (anak saya) ulang tahun yang pertama.
Sempet tertunda beberapa jam karena nunggu kiriman barang datang, dan benar-benar tertunda karena tak lama setelah barang yang dipesan datang, hujan dengan manisnya ikutan datang juga.
Mau ngga mau ya harus dilanjutin minggu depan. Mungkin rencananya jadi ngelanjutin pemasangan bata dinding kolam, terus membuat partisi untuk filter, dan melester dinding. Itu juga kalau nggak keburu hujan.
Selanjutnya mungkin beberes, ngerapihin lagi taman yang sekarang acak-acakan banget. Mudah-mudahan semuanya bisa selesai sebelum si Jalu (anak saya) ulang tahun yang pertama.
Friday, February 10, 2012
Jumat 10 Februari 2012
Sudah sebulan terakhir ini saya disibukkan dengan pembuatan kolam ikan di rumah saya yang di daerah Bojongsoang, Bandung. Semuanya saya lakukan sendirian, ceritanya pengen puas melihat hasilnya nanti.
Karena semuanya DIY (Do It Your Self), menggali tanah pun memerlukan waktu sebulan lebih, padahal ukurannya hanya 3,5 m x 1,1 m dengan dalam 0.7 m saja, heuheuheu...
Ini hasil pekerjaan menggali saya:
Hahaha.. tangan saya sampe kapalan terus lecet-lecet... badan pegel-pegel.. Segini dulu ah nanti dilanjutin, mau jumatan dulu.
Yu ah kita lanjutin lagi.
Besok tinggal beli pipa PVC 3" buat saluran ke bak filternya terus belu wiremesh buat cor bagian lantai kolam sekalian ma semen, pasir plus batu coral. Dan seperti dituliskan di atas, semuanya bakalan dikerjakan sendirian saja. Siap-siap pegel-pegel lagi ini mah, heuheu...
Lupa, rencananya kolam ini dibuat untuk melihara ikan koi, karena dulu di tempat yang sama sudah pernah bikin kolam kecil-kecilan, saking kecilnya dalamnya pun cuman 30cm tapi dipaksain buat melihara koi, dan seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, sebanyak 30 ekor ikan koi kecil kira-kira 10 cm-an antri mati sampai semuanya tak bersisa.
Sekarang setelah baca-baca di forum lalu googling kasana kemari, setidaknya menjadi lebih tahu, kondisi yang baik buat ikan koi yang terkenal sangat manja ini. Salah satunya katanya dalem ideal kolam untuk memelihara ikan koi itu kurang lebih 100 cm, tapi banyak juga yang dalemnya 70 cm sudah memadai. Tujuannya agar suhu kolam pada siang hari tidak terlalu panas dan ikan koi dapat berenang di area yang lebih dalam untuk menghindari suhu panas tersebut.
Satu lagi yang tidak kalah pentingnya adalah filter kolam untuk ikan koi harus sesuai kaidah agar air yang didapat jernih dan bebas dari bahan-bahan kimia yang dapat meracuni koi, diantaranya amonia (mungkin hehehe).
Ya setidaknya sekarang sudah tidak terlalu bego-bego amat lah. Sudah ada patokan bagaimana cara membuat kolam koi yang baik itu. Tinggal jangan malas saja untuk melakukannya dan yang terpenting asal ada aja budgetnya hehehe...
Karena semuanya DIY (Do It Your Self), menggali tanah pun memerlukan waktu sebulan lebih, padahal ukurannya hanya 3,5 m x 1,1 m dengan dalam 0.7 m saja, heuheuheu...
Ini hasil pekerjaan menggali saya:
Hahaha.. tangan saya sampe kapalan terus lecet-lecet... badan pegel-pegel.. Segini dulu ah nanti dilanjutin, mau jumatan dulu.
Yu ah kita lanjutin lagi.
Besok tinggal beli pipa PVC 3" buat saluran ke bak filternya terus belu wiremesh buat cor bagian lantai kolam sekalian ma semen, pasir plus batu coral. Dan seperti dituliskan di atas, semuanya bakalan dikerjakan sendirian saja. Siap-siap pegel-pegel lagi ini mah, heuheu...
Lupa, rencananya kolam ini dibuat untuk melihara ikan koi, karena dulu di tempat yang sama sudah pernah bikin kolam kecil-kecilan, saking kecilnya dalamnya pun cuman 30cm tapi dipaksain buat melihara koi, dan seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, sebanyak 30 ekor ikan koi kecil kira-kira 10 cm-an antri mati sampai semuanya tak bersisa.
Sekarang setelah baca-baca di forum lalu googling kasana kemari, setidaknya menjadi lebih tahu, kondisi yang baik buat ikan koi yang terkenal sangat manja ini. Salah satunya katanya dalem ideal kolam untuk memelihara ikan koi itu kurang lebih 100 cm, tapi banyak juga yang dalemnya 70 cm sudah memadai. Tujuannya agar suhu kolam pada siang hari tidak terlalu panas dan ikan koi dapat berenang di area yang lebih dalam untuk menghindari suhu panas tersebut.
Satu lagi yang tidak kalah pentingnya adalah filter kolam untuk ikan koi harus sesuai kaidah agar air yang didapat jernih dan bebas dari bahan-bahan kimia yang dapat meracuni koi, diantaranya amonia (mungkin hehehe).
Ya setidaknya sekarang sudah tidak terlalu bego-bego amat lah. Sudah ada patokan bagaimana cara membuat kolam koi yang baik itu. Tinggal jangan malas saja untuk melakukannya dan yang terpenting asal ada aja budgetnya hehehe...
Subscribe to:
Posts (Atom)







